New York University CIC Audiensi dengan DJSN

Jakarta - New York University Center On International Cooperation (NYU-CIC) melakukan audiensi dengan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Rabu (20/2).

Dalam kunjungannya NYU-CIC menyampaikan program roadmap menuju masyarakat yang damai, adil, dan inklusif.

"Program tersebut dilakukan dalam rangka akselerasi pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)," ujar Direktur NYU-CIC Sarah Cliffe.

"Target dari program tersebut adalah untuk menciptakan masyarakat yang damai, adil, dan inklusif melalui berbagai aksi katalis," tambah Sarah.

Selain itu, ia juga menjelaskan, ada tiga implementasi utama dari roadmap yang bisa diterapkan di Indonesia. Pertama, national delivery di Indonesia bisa diakselerasi melalui program jaminan sosial nasional. Kedua, international delivery bisa dikuatkan dengan strategi dan momentum yang pas di level internasional dan regional dengan negara-negara yang berinteraksi dengan Indonesia. Ketiga, adalah menyelesaikan berbagai tantangan dalam pelaksanaan program jaminan sosial nasional yang masih terjadi.

Menanggapi hal itu Ketua DJSN, Ir. Tubagus Achmad Choesni MA, M.Phil mengatakan,  sistem jaminan sosial nasional di Indonesia bahkan lebih baik dari pada Obama Care.

"Di Indonesia 40% kelas masyarakat paling bawah dipastikan untuk menjadi member JKN. Pemerintah menanggung biaya premi kelompok tersebut," ujar Choesni.

"Sekarang PBI APBN berada pada angka 69 M rupiah dan beberapa pemerintah daerah membayarkan sekitar 34 M rupiah. Dan pemerintah berharap bahwa pada akhir tahun ini bisa mencapai target universal health coverage," Tambahya.

Selain itu, Choesni menambahkan DJSN sudah memerintahkan BPJS untuk melakukan survey berkala mengenai kepuasan peserta dan hasil survey tersebut menunjukan bahwa 85% dari partisipan mengatakan kalau mereka puas.

"Tapi DJSN juga tetap melakukan monitoring dan evaluasi secara terpisah agar mengetahui apakah program BPJS benar-benar memuaskan atau tida," jelas Choesni.