Temukan Ada Masalah Jaringan Komunikasi di Daerah DJSN Panggil Kominfo

Jakarta - Dewan Jaminan Sosial nasional (DJSN) yang berwenang melakukan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan program jaminan sosial menemukan adanya masalah dalam jaringan komunikasi yang mengakibatkan terganggunya aplikasi sistem informasi kesehatan BPJS Kesehatan.

"Hasil monitoring dan evaluasi DJSN menemukan di Indonesia Bagian Timur jaringan komunikasi menjadi masalah pada aplikasi sistem informasi kesehatan BPJS Kesehatan," ujar Anggota DJSN Subiyanto, Kamis (12/4).

Undang-Undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 168 Ayat 1 dan 2 menyebutkan  untuk menyelenggarakan upaya kesehatan yang efektif dan efisien diperlukan informasi kesehatan dan dilakukan melalui sistem informasi dan melalui lintas sektor.

"Untuk itu, DJSN mengundang Kementerian Kesehatan, Kementerian Komunikasi dan Informasi dan BPJS Kesehatan guna menindaklanjuti temuan monitoring dan evaluasi DJSN terkait jaringan komunikasi dan data dalam program JKN," jelas Subi.

Menanggapi hal itu, Direktur Teknologi dan Informasi BPJS Kesehatan Wahyudin menagatakan,"Apa yang ditemukan DJSN dalam monitoring dan evaluasi ini menjadi masukan yang sangat membangun untuk kita semua."

"Dari seluruh FKTP di Indonesia masih ada 513 FKTP yang belum terjangkau jaringan komunikasi data dan yang paling terbesar adalah di Indonesia Timur," kata Wahyudin.

Senada dengan itu, Kepala Sub Direktorat Infrastruktur dan Telekomunikasi Kementerian Komunikasi dan Informasi mengatakan,"Memang banyak lokasi yang belum tersedia layanan internet, namun sesuai nawacita kami memprioritaskan wilayah yang masuk kategori terdepan, terluar, dan tertinggal."