DJSN Evaluasi Implementasi Sistem Keagenan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Jakarta - Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) melakukan evaluasi implementasi sistem keagenan jaminan sosial Perisai, Selasa 20 Maret 2018.

Evaluasi sistem keagenan jaminan sosial Perisai ini dihadiri oleh Anggota DJSN Ahmad Anshori serta dihadiri Kementerian Ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan, dan tim JICA.

Perjalanan perisai di BPJS TK, tahun ini menginginkan ada 5rb perisai, atau paling banyak 10rb sampai akhir tahun. Sedangkan total perisai saat ini adalah 1729 dan jumlah tenaga kerja yang telah diakuisisi adalah 90880.

Direktur Perencanaan Strategis dan TI BPJS Ketenagakerjaan Sumarjono mengatakan, "rencananya, dalam 3 bulan kedepan akan melakukan evaluasi dan revisi Peraturan Direksi, memonitoring kinerja perisai untuk kemudian diberikan reward best perisai, penguatan sistem informasi atau aplikasi Perisai, penhguatan sistem penanganan keluhan, serta percepatan penyelesaian masalah."

Selain itu, Ahmad Anshori menyarankan untuk melakukan pelatihan ke Perisai agar Perisai terus berkembang.

"Pelatihan-pelatihan yang di lakukan kepada Perisai bertujuan untuk membuat Perisai semakin maju dan berkembang, dengan mempunyai teknik-teknik dalam penjualan, dan JICA diharapkan untuk memfasilitasi," ucap Anshory.

Evaluasi ini menghasilkan beberapa kesimpulan, yaitu :

1. Apresiasi terhadap pencapaian yang didapat agar dikembangkan dan membuat konsep peran Perisai dalam jaminan sosial ketenagakerjaan bisa optimal

2. Untuk penguatan profesi perisai perlu dilakukan beberapa kegiatan yaitu : Capacity building dan penetapan standar kerja.

3. Sinkronisasi regulasi Permenaker No 1 2016 yang dapat diinisiasi oleh Kemenaker

4. Perlu dijadwalkan substansi asosiasi profesi bentuknya diskusi, dan dilakukan oleh BPJS TK